Suka Nuntut Pacar Minta Dihalalin| Emang Sudah Kau Siapin 9 Hal Ini | Dunia Keluarga



Keinginan perempuan untuk segera menikah niscaya akan memuncak ketika sudah mulai masuk umur yang pas atau bahkan sudah negebet untuk dinikahi.

Hal yang cukup masuk akal bagi seorang perempuan untuk meminta segera dinikahi oleh pasangannya , tapi tahukah kau , meminta dilamar itu tidak semudah kau membalikan telapak tangan.

Butuh kesiapan yang matang dari segi fisik dan mentar , bahkan bahan menjadi hal yang paling di persiapkan.

Sebelum kau ngebet untuk dinikahi , sebaiknya kau pikir dahulu , apa saja sih yang harus kau persiapkan untuk siap dilamar oleh pasanganmu , menyerupai yang dikutip dari hipwee.com.

1. Apa kabar sekolah kamu? Kalau skripsi atau tesis kau belum final , nilai tawarmu sebagai calon istri masih kurang dibanding jikalau sudah lulus



Meskipun dikala ini sudah banyak pasangan menikah di usia kuliah , tetapi Hipwee tetap menyarankan untuk tidak buru-buru dilakukan. Menikah , menyerupai halnya kuliah ialah tanggung jawab yang tidak kecil. Dikhawatirkan jikalau kau menjalani keduanya secara bersamaan , semangatmu untuk menuntaskan kuliah akan meredup. Dan punya predikat DO dari kuliah tentu saja bukan hal yang menguntungkan di kehidupan pernikahanmu kelak.

2. Soal kedisiplinan diri. Bagaimana kau akan merawat anak dan sigap menjadi istri jikalau bangunnya masih jam delapan pagi



Idealnya , setiap orang bisa bisa berdiri pagi biar lebih sehat. Apalagi jikalau kau sudah menjadi istri dan seabrek kiprah lainnya. Entah menjadi ibu , koki rumah tangga , bahkan perempuan bekerja. Kalau dengan itu semua kau masih kesulitan berdiri pagi , ya siap-siap saja modar Broo. Maka dari itu , dalam rangka memantaskan diri , cobalah untuk biasakan berdiri pagi mulai esok hari.

3. Menikah itu butuh kesiapan sisi bahan dan pengelolaan uang yang baik. Kalau nabungmu masih jor-joran atau konsumtif hiperbola , apa iya mau nekat siapkan pernikahan?



Coba tengok bagaimana kau mengelola uangmu. Apakah cashflow-nya sudah oke? Besar pasak daripada tiang atau sebaliknya? Dari situ kau akan paham , mau dibawa kemana keuangan rumah tanggamu kelak. Biar bagaimanapun , secara umum dikuasai seorang istri ialah akuntan rumah tangga yang bertugas mengelola keuangan. Apa akhirnya jikalau dengan uang kau masih jor-joran dan belum bisa mengelola dengan baik.

4. Buat yang sudah bekerja , sudah siapkah kau untuk membagi penghasilanmu untuk kebutuhan keluarga? Atau sudah siapkah kau meninggalkan pekerjaan dan menjadi ibu rumah tangga?



Ketika membangun rumah tangga kelak , kau tidak hanya mengelola uang suami saja. Melainkan juga uangmu. Apakah kau sudah siap seandainya membagi penghasilanmu untuk kebutuhan keluarga , contohnya untuk kebutuhan belanja dan sekolah anak. Memang sih , lazimnya pencari nafkah ialah suami. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa kau juga akan bekerja untuk menutup kebutuhan yang kian membengkak lho.

5. Anak-anakmu kelak bisa jadi sangat membutuhkan asuhan agama yang baik. Bagaimana agamamu? Atau sudahkah kau memikirkan nilai-nilai apa saja yang akan kau tanamkan ke anak?


Persiapan mental yang baik tentunya sangat kuat terhadap referensi pengasuhan untuk anak. Coba bayangkan menyerupai ini: jikalau kau punya anak , apakah kau rela menitipkan anakmu kepada kau sendiri dengan kondisi yang ada sekarang? Sudah cukupkah mental serta pengetahuan nilai moral dan norma yang akan kau ajarkan untuk anak? Jika belum , sebaiknya perbaiki dulu biar anakmu tidak jatuh ke ibu yang salah.

6. Kalau hal sesepele bad hair day bisa bikin kau bete seharian , bagaimana jikalau suami atau anakmu minta diperhatikan di dikala bersamaan?


Keributan rumah tangga tentunya tidak sekadar mengalami bad hair day , di-php-in , baju kekecilan , berat tubuh naik lima kilo , dan seabrek kesulitan hidup yang kau alami ketika masih single. Ketika menikah , problem kehidupan akan jauh lebih kompleks dari itu. Kaprikornus , jikalau administrasi emosimu terhadap hal-hal kecil saja masih banyak problem , kau perlu mulai memahami bahwa banyak hal yang sebaiknya tidak perlu diributkan.

7. Bagi yang sudah punya pacar nih. Kalau kau lebih sering emosian dan mementingkan ego , bagaimana bisa menjadi peneduh keluarga nantinya?


Khusus untuk yang sudah punya pacar , coba ditelisik kembali bagaimana referensi pacaran dan administrasi emosimu ketika bareng pasangan. Apakah kalian sudah bisa menjadi pasangan yang bisa berhubungan dengan baik , ataukah masih banyak berantem menyerupai anak kecil? Jika masih lebih banyak berantemnya , apakah kau tega menempatkan kekerabatan yang belum membahagiakan terhadap biduk rumah tangga nantinya?

8. Melihat temanmu menikah duluan jangan dijadikan alasan untuk buru-buru. Justru tanyakan kembali pada dirimu: “siapkah aku?”


Memang menyenangkan melihat sahabat menikah , bisa bikin iri juga. Namun jangan selalu mengukur standar temanmu dengan standarmu sendiri sebab berbeda. Bisa jadi temanmu sudah siap lahir batin , sementara kau belum siap. Daripada menomorsatukan rasa harapan , lebih baik coba tanyakan dirimu sendiri: “sudah siapkah aku?”.

9. Sebelum menuntut pacarmu untuk segera dihalalin , sesekali coba renungkan dan maknai wacana memantaskan diri. “Aku sudah pantas dihalalin belum ya?”


Perkara pantas dan tidak pantas itu kau yang menentukan. Hipwee Wedding telah membuktikan beberapa indikator bahwa menjadi seorang istri itu bukan hal yang sepele dan membutuhkan tanggung jawab yang besar. Kalau memang diri sendiri masih belum bisa dan siap , tak perlulah terlalu memaksa untuk segera dihalalkan. Daripada begitu , mending sibukkan diri dengan makin memantaskan diri.

HALAMAN SELANJUTNYA:


Online education can open up new education and career paths. However , it is not for everyone. Before signing up for an online education degree jadwal , you should be sure you know the advantages and disadvantages of continuing your education through this method.One of the main reasons people choose online education is flexibility. Classes are designed to work around your schedule. In most cases , you can log onto your computer whenever you have time to access lectures or assignments. You can even go out of town in the middle of your course , logging in from wherever you are , using your laptop.Students are free to learn at their own pace. If you easily pick up new concepts , it can be frustrating having to wait while your instructor makes sure your classmates understand it. With online education , you can move ahead if you are a fast learner and continue your learning. Likewise , if you are having trouble with an area , you have the freedom to work on it until you get it , without having to worry about falling behind.Online education offers more selection in terms of education degree programs. At times , your prospective traditional college or university may be limited in their offerings. If they do not have the jadwal you want , you have to travel to another school or settle for a different program. With online education degree programs , you have access to a large number of schools with a wide variety of course offerings.Many people also choose online education for financial reasons. Tuition costs end up being less expensive than that of traditional schools since most online colleges tuition is inclusive of textbooks. Also , because there's no commute , you save money on gasoline , child care (if you have a child) , automobile maintenance and meals.However , there are some disadvantages to online education. One of the main ones is the fact it involves technology. If you aren't comfortable with computers and technology or do not have access to the right equipment , you may find it difficult to pursue a degree from an online college or university.Students pursuing online education must have time management skills. While courses tend to be self-paced , they are not completely open ended. They do have a set date in which all work must be completed. Students have to be aware of this date and plan their school accordingly.Not every employer will recognize a degree from a online education college. While majority of places do recognize online learning degrees , there are a few that prefer a degree from a traditional school. If you have a particular company to work for after you graduate , it is a good idea to check with them in advance and find out what is their policy on distance education degrees.With online education , there is a big possibility you may feel isolated because you are learning alone from home. Many of the schools that offer online degree programs do understand this and have taken steps to help you feel more connected. With video conferencing , messaging boards and chat rooms , you can interact with your instructors and classmates.The bottom line is that no one can decide for you whether online education is right for you. As you consider all of the advantages and disadvantages , you also need to assess your abilities and circumstances to help you make the right decision.

Share On:

Facebook Telegram Twitter

wdcfawqafwef