Pelakor Tak Hanya Ada Di Zaman Modern| Bahkan Dulu Nabi Yusuf Digoda Habis-Habisan | Dunia Keluarga



Kejamnya pelakor di jaman Nabi Yusuf

Nabi yusuf digoda habis-habisan dengan pelakor , namun ada yang bisa menciptakan ia tetap tegar dan tak termakan , pedoman ini yang bisa dijadikan pola untuk cowok jaman kini yang kebanyakan termakan pelakor.

Fenomena yang kian marak ini menciptakan jaman ini semakin miris. apaligi secara terang-terangan dan besar hati merebut suami orang.

Dijaman Nabi Yusuf memang sudah ada perusak kekerabatan rumah tangga orang , Nabi Yusuf sendiri yang menjadi korban dan cobaannya sangat berat. Namun ada kunci yang bisa menciptakan ia tetap tegar dan tidak termakan sama sekali.


Ini yaitu pelajaran berharga lebih-lebih lagi pada para cowok dalam menghadapi godaan syahwat di zaman ini.

Nabi Yusuf bisa saja terjatuh dalam zina ketika digoda oleh permaisuri raja Mesir , Zulaikha.

Ada 14 alasan yang memperlihatkan cobaannya sangat-sangat berat sebagaimana dikutip dari rumaysho.com

Alasan pertama , tentu saja laki-laki punya ketertarikan pada wanita. Wanita itulah ujian terbesar bagi pria. Sebagaimana hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Usamah Bin Zaid. Beliau bersabda ,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari , no. 5096 dan Muslim , no. (2740)

Berdasarkan hadits di atas , Ibnu Hajar menyampaikan bahwa perempuan yaitu godaan terbesar bagi para laki-laki dibanding lainnya. (Fath Al-Bari , 9: 138). Hal ini dikuatkan oleh firman Tuhan Ta’ala ,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) insan kecintaan kepada apa-apa yang diingini , yaitu: wanita-wanita.” (QS. Ali Imran: 14)

Wanita dalam ayat ini dijadikan bab dari kecintaan pada syahwat. Wanita disebutkan lebih dulu daripada anak dan kenikmatan dunia lainnya. Ini memperlihatkan bahwa perempuan itu pokoknya , godaan terbesar yaitu dari wanita. (Fath Al-Bari , 9: 138).

Lihatlah pula bahwa Bani Israil bisa hancur pula dikarenakan wanita.

فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِى النِّسَاءِ

“Waspadalah dengan dunia , begitu pula dengan godaan wanita. Karena cobaan yang menimpa Bani Israil pertama kalinya yaitu lantaran karena godaan wanita.” (HR. Muslim , no. 2742).

Lengkapnya syahwat dunia terkumpul dalam ayat berikut dan disebutkan perempuan lebih dahulu ,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ

“Dijadikan indah pada (pandangan) insan kecintaan kepada apa-apa yang diingini , yaitu: wanita-wanita , bawah umur , harta yang banyak dari jenis emas , perak , kuda pilihan , binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia , dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14).

Kata Syaikh As-Sa’di , hal-hal yang disebutkan dalam ayat ini yaitu syahwat dunia terbesar , yang lainnya hanyalah turunan atau ikutan dari syahwat tersebut. (Tafsir As-Sa’di , hlm. 117)


Alasan kedua , Nabi Yusuf ‘alaihis salam yaitu seorang pemuda. Seorang cowok tentu mempunyai gejolak syahwat yang lebih besar daripada orang yang sudah tua.

Jika seorang cowok belum bisa menikah , untuk menahan syahwatnya disuruh berpuasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para cowok , barangsiapa yang mempunyai baa-ah , maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum bisa , maka berpuasalah lantaran puasa itu yaitu pengekang syahwatnya yang menggelora.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).

Imam Nawawi rahimahullah memperlihatkan keterangan , adapun pengertian baa-ah sendiri yaitu jima’ (hubungan intim) , inilah makna baa-ah secara bahasa.

Namun yang dimaksud yaitu bisa untuk berjima’ disertai dengan kemampuan memberi nafkah terlebih dahulu. (Syarh Shahih Muslim , 9: 154)

Di zaman menyerupai ketika ini , kebutuhan untuk menikah bagi para cowok lebih mendesak lagi lantaran zaman sudah penuh dengan godaan , lebih-lebih lagi di medsos menyerupai Facebook dan Youtube.

Alasan ketiga , Nabi Yusuf ‘alaihis salam masih bujang , tentu sangat bergelora syahwatnya dan tidak ada tempat pelampiasan menyerupai yang sudah menikah.

Dari Jabir bin ‘Abdillah , dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesungguhnya ia pernah melihat seorang perempuan , kemudian ia mendatangi istrinya Zainab yang ketika itu sedang menyamak kulit miliknya.

Lantas ia menyelasaikan hajatnya (dengan berjima’ , kekerabatan intim) , kemudian keluar menuju para sahabatnya seraya berkata ,

إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ

“Sesungguhnya perempuan tiba dalam rupa setan , dan pergi dalam rupa setan. Jika seorang di antara kalian melihat seorang perempuan yang menakjubkan (tanpa sengaja) , maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya , lantaran hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya.” (HR. Muslim , no. 1403). Kalau masih bujang , pada siapa ia melampiaskan syahwatnya. Karenanya cobaan Nabi Yusuf sangat-sangat berat.

Alasan keempat , Nabi Yusuf ‘alaihis salam tatkala itu yaitu seorang absurd (gharib). Beliau berasal dari negeri Palestina yang ketika itu cukup jauh dari negeri Mesir tempat istana Zulaikha.

Sebagaimana diketahui bahwa berbuat kejahatan di tempat absurd yaitu lebih gampang daripada berbuat jahat di tempat sendiri. Betapa banyak kita jumpai seorang yang menentukan untuk mencuri di luar kota daripada mencuri di kampung halamannya sendiri.

Ini lantaran kalau seorang mencuri di kampung halamannya sendiri kemudian tertangkap berair maka dia akan mempermalukan keluarga dan saudara-saudaranya.

Seandainya Nabi Yusuf bermaksiat tatkala itu , maka keluarga dan saudara-saudaranya di kampung halaman tidak akan tahu dan tidak akan ada yang dipermalukan lantaran ia jauh dari kampung halamannya.


Pelajaran penting , seorang yang merantau jauh dari keluarga , jauh dari istri , perlu membentengi diri dari syahwat , lebih-lebih syahwat wanita.

Alasan kelima yaitu perempuan yang menarik hati Yusuf ‘alaihis salam yaitu seorang perempuan yang anggun jelita.

Karenanya perlu dijadikan pelajaran bahwa laki-laki harus waspada pada perempuan cantik. Wajib bagi laki-laki menjauhi perempuan anggun yang tidak halal lebih dari lainnya. Termasuk juga para laki-laki harus waspada melihat gambar dan video perempuan semacam itu.

Alasan keenam , Zulaikha yang menarik hati yaitu permaisuri raja (berarti perempuan terhormat) dan kaya.
Inilah yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di antara orang yang akan mendapat naungan Tuhan di hari tamat zaman kelak ,

وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ

“Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan lagi anggun , kemudian ia berkata , ‘Sesungguhnya saya takut kepada Allah.’” (HR. Bukhari , no. 660 dan Muslim , no. 1031)

Alasan ketujuh , Zulaikha yaitu majikannya. Tentu perintahnya mesti ditaati oleh Yusuf. Inilah juga yang memperlihatkan bahwa godaan pada Nabi Yusuf sangatlah berat.

Alasan kedelapan , sang wanitalah yang butuh pada Yusuf. Wanita tersebut tak hanya mengeluarkan kata rayuan dan godaan saja tetapi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah siap melayani Yusuf.

Alasan kesembilan , Zulaikhalah yang mulai menarik hati Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Dan ini jarang terjadi di mana perempuan yang menarik hati lebih dulu.

Lihatlah yang dilakukan oleh Zulaikha ,

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“Dan perempuan (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menarik hati Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu , seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Tuhan , sungguh tuanku telah memperlakukan saya dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.” (QS. Yusuf: 23)

Alasan kesepuluh , yaitu pintu-pintu kamar Zulaikha telah ditutup rapat. Akhirnya mereka tinggal berdua , berkhalwat. Seorang pun tidak bisa masuk lantaran pintu-pintu telah terkunci.

Alasan kesebelas , yaitu bahwa Yusuf telah usang tinggal di rumah Zulaikha sehingga tatkala ia bersama Zulaikha tidak akan ada seorang pun yang merasa curiga atas keberadaan Yusuf bersama sang perempuan tersebut lantaran memang Yusuf telah dikenal dan dianggap sebagai anggota keluarga di istana tersebut.

Alasan keduabelas , Nabi Yusuf ‘alaihis salam yaitu seorang Nabi yang sangat tampan. Seorang lelaki yang ganteng akan memliki kecenderungan untuk lebih percaya diri ketika hendak melayani rayuan seorang wanita.

Alasan ketigabelas , yaitu syahwat keduanya baik Yusuf maupun Zulaikha sama-sama sudah mulai bangkit. Bagaimana pun juga , Nabi Yusuf yaitu seorang insan yang juga dikaruniai oleh Tuhan syahwat kepada wanita. Tuhan Ta’ala berfirman ,

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (24)

“Sesungguhnya perempuan itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf , dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan perempuan itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah , semoga Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (QS. Yusuf: 24)

Maksud ayat , Nabi Yusuf sudah punya impian untuk berjima’ , begitu pula Zulaikha. Kalau tidak dengan pertolongan Tuhan yang mencegahnya , pastilah terjadi perzinaan tersebut.

Para ulama menyerupai Al-Hasan Al-Bashri , Sa’id bin Jubair , Adh-Dhahak , As-Sudi , dan umumnya pakar tafsir terdahulu beropini menyerupai itu. Demikian disebutkan dalam Zaad Al-Masiir , 4: 203.

Alasan keempatbelas , sang perempuan mengancam Yusuf dengan penjara apabila Yusuf tidak mau melayani kehendak wanita.

Mengenai Kisah Yusuf yang Digoda Zulaikha

Allah Ta’ala berfirman ,

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُ آَتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَكَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (22)

22- Dan tatkala dia cukup cukup umur Kami berikan kepadanya pesan tersirat dan ilmu. Demikianlah Kami memberi akhir kepada orang-orang yang berbuat baik.

وَرَاوَدَتْهُ الَّتِي هُوَ فِي بَيْتِهَا عَنْ نَفْسِهِ وَغَلَّقَتِ الْأَبْوَابَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ قَالَ مَعَاذَ اللَّهِ إِنَّهُ رَبِّي أَحْسَنَ مَثْوَايَ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ (23)

23- Dan perempuan (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menarik hati Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu , seraya berkata: “Marilah ke sini.” Yusuf berkata: “Aku berlindung kepada Tuhan , sungguh tuanku telah memperlakukan saya dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zalim tiada akan beruntung.

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَنْ رَأَى بُرْهَانَ رَبِّهِ كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ (24)

24- Sesungguhnya perempuan itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf , dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan perempuan itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah , semoga Kami memalingkan dari padanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

وَاسْتَبَقَا الْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُ مِنْ دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَى الْبَابِ قَالَتْ مَا جَزَاءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوءًا إِلَّا أَنْ يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (25)

25- Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan perempuan itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang sampai koyak dan kedua-duanya mendapati suami perempuan itu di muka pintu. Wanita itu berkata: “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu , selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?”

قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَنْ نَفْسِي وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِنْ أَهْلِهَا إِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (26)

26- Yusuf berkata: “Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya)” , dan seorang saksi dari keluarga perempuan itu memperlihatkan kesaksiannya: “Jika baju gamisnya koyak di muka , maka perempuan itu benar dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ الصَّادِقِينَ (27)

27- Dan kalau baju gamisnya koyak di belakang , maka perempuan itulah yang dusta , dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar.”

فَلَمَّا رَأَى قَمِيصَهُ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِنْ كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ (28)

28- Maka tatkala suami perempuan itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “Sesungguhnya (kejadian) itu yaitu di antara muslihat kau , sesungguhnya muslihat kau yaitu besar.”

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا وَاسْتَغْفِرِي لِذَنْبِكِ إِنَّكِ كُنْتِ مِنَ الْخَاطِئِينَ (29)

29- (Hai) Yusuf: “Berpalinglah dari ini , dan (kamu hai isteriku) mohon ampunlah atas dosamu itu , lantaran kau sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.”

وَقَالَ نِسْوَةٌ فِي الْمَدِينَةِ امْرَأَةُ الْعَزِيزِ تُرَاوِدُ فَتَاهَا عَنْ نَفْسِهِ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا إِنَّا لَنَرَاهَا فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (30)

30- Dan wanita-wanita di kota berkata: “Isteri Al Aziz menarik hati bujangnya untuk menundukkan dirinya (kepadanya) , sesungguhnya cintanya kepada bujangnya itu yaitu sangat mendalam. Sesungguhnya kami memandangnya dalam kesesatan yang nyata.”

فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَأً وَآَتَتْ كُلَّ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ اخْرُجْ عَلَيْهِنَّ فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ (31)

31- Maka tatkala perempuan itu (Zulaikha) mendengar cercaan mereka , diundangnyalah wanita-wanita itu dan disediakannya bagi mereka tempat duduk , dan diberikannya kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan) , kemudian dia berkata (kepada Yusuf): “Keluarlah (nampakkanlah dirimu) kepada mereka.” Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya , mereka kagum kepada (keelokan rupa) nya , dan mereka melukai (jari) tangannya dan berkata: “Maha tepat Tuhan , ini bukanlah manusia. Sesungguhnya ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia.”

قَالَتْ فَذَلِكُنَّ الَّذِي لُمْتُنَّنِي فِيهِ وَلَقَدْ رَاوَدْتُهُ عَنْ نَفْسِهِ فَاسْتَعْصَمَ وَلَئِنْ لَمْ يَفْعَلْ مَا آَمُرُهُ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونَنْ مِنَ الصَّاغِرِينَ (32)

32- Wanita itu berkata: “Itulah dia orang yang kau cela saya lantaran (tertarik) kepadanya , dan sesungguhnya saya telah menarik hati dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya kalau dia tidak mentaati apa yang saya perintahkan kepadanya , pasti dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina.” (QS. Yusuf: 22-32)

Baca juga : Di Kamar Mandi , Tiba-tiba Suami Minta "Itu" Ketahui ini Hukumnya Dalam Islam

Pelajaran Penting

1- Cobaan yang dialami Nabi Yusuf dalam dongeng ini lebih berat daripada cobaan yang diberikan saudara-saudaranya pada dirinya.

Cobaan yang diberikan oleh saudaranya yaitu cobaan tanpa ada pilihan dari Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Solusinya cumalah bersabar.

Sedangkan cobaan yang ia alami dengan Zulaikha yang mengajaknya berzina yaitu cobaan yang ada beberapa faktor pendorong , yang ia pun atas pilihannya bisa menerjang larangan tersebut.

Yang bisa menyelamatkan Nabi Yusuf yaitu iman , takwa dan keikhlasan beliau.

2- Hanya dengan pertolongan Tuhan kita bisa selamat dari maksiat.

Ingatlah kalimat ,

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata ,

لاَ حَوْلَ عَنْ مَعْصِيَةِ اللهِ إِلاَّ بِعِصْمَتِهِ، وَلاَ قُوَّةَ عَلَى طَاعَتِهِ إِلاَّ بِمَعُوْنَتِهِ

“Tidak ada daya untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan santunan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah.” (Syarh Shahih Muslim , 17: 25)

3- Godaan perempuan itu sangat dahsyat.

4- Kalau kita yang berada di posisi Nabi Yusuf , tentu kita sendiri tidak besar lengan berkuasa untuk menghadapi godaan tersebut. Ingat , semuanya hanya dengan pertolongan Allah.

Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran berharga.



HALAMAN SELANJUTNYA:


Online education can open up new education and career paths. However , it is not for everyone. Before signing up for an online education degree kegiatan , you should be sure you know the advantages and disadvantages of continuing your education through this method.One of the main reasons people choose online education is flexibility. Classes are designed to work around your schedule. In most cases , you can log onto your computer whenever you have time to access lectures or assignments. You can even go out of town in the middle of your course , logging in from wherever you are , using your laptop.Students are free to learn at their own pace. If you easily pick up new concepts , it can be frustrating having to wait while your instructor makes sure your classmates understand it. With online education , you can move ahead if you are a fast learner and continue your learning. Likewise , if you are having trouble with an area , you have the freedom to work on it until you get it , without having to worry about falling behind.Online education offers more selection in terms of education degree programs. At times , your prospective traditional college or university may be limited in their offerings. If they do not have the kegiatan you want , you have to travel to another school or settle for a different program. With online education degree programs , you have access to a large number of schools with a wide variety of course offerings.Many people also choose online education for financial reasons. Tuition costs end up being less expensive than that of traditional schools since most online colleges tuition is inclusive of textbooks. Also , because there's no commute , you save money on gasoline , child care (if you have a child) , automobile maintenance and meals.However , there are some disadvantages to online education. One of the main ones is the fact it involves technology. If you aren't comfortable with computers and technology or do not have access to the right equipment , you may find it difficult to pursue a degree from an online college or university.Students pursuing online education must have time management skills. While courses tend to be self-paced , they are not completely open ended. They do have a set date in which all work must be completed. Students have to be aware of this date and plan their school accordingly.Not every employer will recognize a degree from a online education college. While majority of places do recognize online learning degrees , there are a few that prefer a degree from a traditional school. If you have a particular company to work for after you graduate , it is a good idea to check with them in advance and find out what is their policy on distance education degrees.With online education , there is a big possibility you may feel isolated because you are learning alone from home. Many of the schools that offer online degree programs do understand this and have taken steps to help you feel more connected. With video conferencing , messaging boards and chat rooms , you can interact with your instructors and classmates.The bottom line is that no one can decide for you whether online education is right for you. As you consider all of the advantages and disadvantages , you also need to assess your abilities and circumstances to help you make the right decision.

Share On:

Facebook Telegram Twitter

wdcfawqafwef